Memaknai Syukur

Di posting oleh Tafakkur pada 01:08 PM, 18-Sep-12

Di: Syukur

Syukur, adalah sebuah kata yang teramat singkat dan karenanya mudah sekali diucapkan. Dibalik kemudahan kita dalam mengucapkan kata tersebut, sesungguhnya ada makna yang teramat dalam.
Ungkapan syukur lebih seringnya mudah kita lakukan, manakala kita mendapatkan sesuatu yang kita kategorikan sebagai sebuah keberuntungan. Dalam konteks ini, maka banyak hal yang patut kita syukuri. 
Rutinitas harian kita sesungguhnya sarat dengan anugerah yang harus kita syukuri. Bangun tidur diwaktu pagi dengan udara yang terasa segar, oksigen yang begitu mudah kita temui di jagad raya ini tanpa harus membeli sebagai bagian dari siklus kehidupan kita (bernafas) merupakan anugerah yang besar. Bisa kita bayangkan, seandainya dalam tiap hirupan oksigen pada proses pernafasan kita dirupiahkan, berapa rupiah yang harus kita keluarkan agar kita tetap bisa melangsungkan kehidupan. 
Kesehatan yang ditandai dengan berfungsinya seluruh organ tubuh kita secara optimal telah mampu membuat kita melakukan aktivitas harian. Optimalnya seluruh fungsi organ tubuh dalam diri kita harus kita syukuri. Sangat mungkin pada saat yang bersamaan ada diantara saudara kita memiliki beberapa bagian organ tubuhnya yang kurang optimal (sakit).
Begitu pula dengan akal kita, dengannya kita bisa memaknai sebuah peristiwa, membaca tanda-tanda kebesaran dan kekuasaanNya di jaga raya ini.
Lalu bagaimanakah dengan sesuatu yang menimpa diri kita, yang secara arogan kita kategorikan dalam kelompok bukan anugerah/nikmat?
Saudaraku, adakah sesuatu yang menimpa diri kita didunia ini yang dapat kita kategorikan  sebagai bukan anugerah/nikmat? Seandainya demikian, dimana sifat kasih dan sayang Tuhan? Sungguh Tuhan jauh dari sifat yang demikian. Sesungguhnya setiap peristiwa yang menimpa kita adalah yang terbaik bagi kita, sebuah anugerah Tuhan. Hanya saja kita terlalu arogan dengan melakukan klasifikasi yang subyektif dalam kelompok anugerah dan bukan anugerah, tanpa berupaya mengambil pelajaran berharga atas peristiwa terebut.
Keterbatasan kita memahami semua peristiwa yang menimpa diri kita memunculkan sifat arogansi dengan mengklaim sebuah kejadian sebagai bukan anugerah.
Jadi, semua hal yang menimpa kita sudah seharusnya kita syukuri.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "Memaknai Syukur"

santo pada 12:15 PM, 16-Oct-12

llah selalu memberikan yang terbaik bagi umatnya. karena sesuatu yang terjadi pada manusia adalah yang terbaik dari tuhannya, maka selayaknyalah manusia selalu bersyukur dalam setiap kejadian yang menimpanya. jadi, saat hp kita hilang, saat motor kita dicuri maling, saat orang terkasih kita meninggal, saat kita dikhianati kekasih, ...... ucapkanlah Alhamdulillahi rabbil alamin... kamu bisa???? kalu iya, kamu termasuk sedikit orang orang yang bisa bersyukur.

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar